Rudita Sherly Setira

Nama RUDITA SHERLY SETIRA

Tempat Tanggal Lahir Purworejo, 8 Juli 1990

Orang Tua Kamsiah

Tahun Masuk 24 Mei 1996

Kecacatan

  • Cerebral Palsy (Disfungsi otak)
  • Mental Retardasi
  • Tuna Wicara
  • Lumpuh
  • Spastik

Rudita Sherly Setira adalah anak perempuan yang dilahirkan oleh ibu yang bernama Kamsiah setelah Sembilan sepuluh hari mengandungnya dalam rahim. Rudita lahir pada tanggal 8 Juli 1990 di Purworejo. Rudita dilahirkan dalam keadaan normal. Pada saat Rudita berusia 7 bulan badannya mengalami panas yang tinggi. Setelah mendapat perawatan dokter, Rudita sehat kembali. Namun hal ini sering sekali terjadi. Pada suatu saat, ketika Rudita berusia kira-kira 9 bulan mengalami panas yang tinggi dan mengakibatkan kondisi fisiknya semakin lemah dan menunjukkan gejala kecacatan. Dan ternyata memang benar apa yang diperkiraan dokter dengan diagnosanya. Panas yang terlalu sering yang dialami oleh Rudita membawa kepada kecacatan yaitu kelumpuhan. Hal ini selain disebabkan oleh tubuhnya yang sering panas juga karena kurang gizi. Gejala kelumpuhan dimulai dengan kondisinya yang semakin melemah dan kakinya mengecil.

Karena kondisi ekonomi ibunya yang memprihatinkan dan sudah ditinggal pergi oleh ayahnya, dengan terpaksa Rudita diserahkan ke Panti Cacat Ganda WTG Palsigunung oleh ibunya, dengan harapan mendapat perawatan yang lebih baik. Peristiwa serah terima Rudita malang ini terjadi pada tanggal 24 Mei 1996. Hal ini terpaksa dilakukan oleh ibunya dengan harapan Rudita dapat kembali sehat dan tumbuh menjadi anak normal setelah mendapat perawatan dan pengobatan yang intensif oleh para pramurawat, dokter dan theraphis yang ada di WTG Palsigunung. Pada saat serah terima, kondisi Rudita memprihatinkan sekali yakni tubuhnya kecil, lemas dan hanya bisa berbaring. Semua aktifitasnya harus dibantu oleh pramurawat.

Setelah tinggal di WTG Palsigunung, dilakukan pemeriksaan intensif dan ternyata Rudita tidak hanya menderita kelumpuhan tetapi juga menderita kecacatan yang lain yaitu tuna wicara, Cerebral Palsy dan Mental Retardasi. Selama berada di WTG Palsigunung, Rudita mendapat perawatan yang intensif. Para theraphis memberikan theraphy secara kontinu. Begitu obat-obatan diberikan sesuai resep dokter. Dan para pramurawat merawat dan memberikan makanan dan minuman yang bergizi. Setelah dilakukan semua yang bisa dilakukan untuk kesembuhan Rudita yang dilakukan oleh keluarga besar WTG Palsigunung, kesehatan dan kondisi Rudita menunjukkan perkembangan yang signifikan. Sekarang Rudita sudah dapat duduk, dan dapat berkomunikasi dengan bahasa isyarat / bahasa tubuh.

THERAPHY yang pernah diberikan:

  • Psiko-theraphy:
    • Memberikan sentuhan kasih sayang dan selalu diajak bernteraksi, dimaksudkan untuk merangsang syaraf-syaraf otaknya untuk bekerja.
    • Memberikan rangsangan sakit dan hadiah untuk menggugah perasaannya.
    • Dan lain-lain.
  • Fisio-theraphy:
    • Memberikan pijitan-pijitan pada bagian-bagian tubuh tertentu guna merangsang syaraf-syarafnya
    • Mengikuti theraphy menggunakan alat untuk melenturkan tubuhnya /mengurangi kekakuan
    • Dan lain-lain
  • Speech-theraphy:
    • Melatihnya berbicara dan dipadu dengan bahasa isyarat / bahasa tubuh.
  • Theraphy gabungan yaitu dengan menggabung beberapa theraphy menjadi satu kegiatan, yaitu mengajaknya berbicara atau berkomunikasi, terutama melatih komunikasi verbalnya.
  • Mengikuti pelajaran di kelas yaitu menyusun puzzle dan sebagainya.
  • Pemberian obat-obatan sesuai resep dokter untuk memfungsikan kembali syaraf-syarafnya dan ini telah dihentikan. Sekarang tidak mengkonsumsi obat-obatan kecuali sakit.
  • Pemberian suplemen makanan dan minuman untuk membantu dan mempercepat kinerja syaraf-syaraf yang sudah mulai kembali bekerja sesuai anjuran dokter yang bertugas di WTG Palsigunung.
  • Memberikan makanan dan minuman yang memenuhi gizi empat sehat lima sempurna.

KONDISI SEKARANG :

  • Rudita Sherly Serita akhir-akhir ini kondisi kesehatannya mengalami penurunan karena sering mengalami kejang.
  • Theraphy yang diberikan yang masih dilakukan secara kontinu adalah pijitan-pijitan / messages.
  • Untuk berkomunikasi, Rudita Sherly Serita menggunakan bahasa isyarat atau bahasa tubuh.
  • Rudita sudah bisa duduk dan tertawa saat gembira.

Rumah Piatu

<em>Lembaga Rumah Piatu Muslimin (LRPM) merupakan organisasi social yang independen dan tidak berada di bawah naungan kelompok keagamaan ataupun organisasi / partai politik tertentu.</em>