Mery Olivia

Nama MERY OLIVIA

Tempat Tanggal Lahir Jakarta, 10 Maret 1976

Orang Tua Boy Yusnanto

Tahun Masuk 25 Oktober 1982

Kecacatan

  • Cerebral Palsy (Disfungsi otak)
  • Mental Retardasi
  • Tuna Wicara
  • Lumpuh
  • Spastik

Mery Olivia adalah aanak perempuan yang dilahirkan di kota Jakarta pada tanggal 10 Maret 1976 dari seorang ibu yang bersuamikan Boy Yusnanto. Mery adalah pertama dari tiga bersaudara. Kondisi ekonomi orang tua Mery termasuk golongan ekonomi lemah, dan berada pada garis kemiskinan. Mery sejak lahir telah membawa cacat yang begitu parah dan bisa dikatakan merupakan cacat permanen. Kecacatan tersebut adalah: CP, MR, TW, LP, Spastik.

Pada tanggal 25 Oktober 1982, Mery dibawa dan dititipkan ke WTG Palsigunung oleh kedua orang tuanya. 28 tahun sudah Mery tinggal di Panti WTG Palsigunung. Syukur Alhamdulillah kedua orang tua Mery masih berkunjung ke Panti WTG Palsigunung meskipun frekuensinya tidak sering. Mungkin hal ini dikarenakan kondisi ekonominya yang pas-pasan.

Mery secara umum termasuk anak yang menyenangkan, namun dalam mengikuti theraphy dan pelajaran di kelas sering membuat masalah. Mery melakukannya sesukanya sesuai dengan keinginannya sendiri, dan tidak mengikuti sesuai instruksi para pramurawat dan theraphis.  Karena perilakunya yang sulit dibenahi ini, membuat theraphy dan pelajaran yang diberikan kurang memberikan hasil yang maksimal. Sehingga sampai sekarang Mery hanya dapat berkomunikasi dengan bahasa isyarat atau bahasa tubuh. Di samping itu perkembangan jiwa Mery juga tidak tumbuh maksimal, dengan jasmani yang telah tumbuh dewasa namun jiwanya masih kekanak-kanakkan. Misalnya dia akan menangis jika menginginkan sesuatu dan keinginannya belum kesampaian. Karena dia juga tidak mau mengikuti fisio-theraphy dengan baik maka jasmaninya masih kaku (spastik). Untuk makanpun dia belum dapat melakukan sendiri dengan baik. Makanannya masih berjatuhan saat dia berusaha memasukkannya ke dalam mulut. Sehingga makanan berceceran di sekitar piringnya.

THERAPHY yang pernah diberikan:

  • Psiko-theraphy:
    • Memberikan sentuhan kasih sayang dan selalu diajak bernteraksi, dimaksudkan untuk merangsang syaraf-syaraf otaknya untuk bekerja.
    • Memberikan rangsangan sakit dan hadiah untuk menggugah perasaannya.
    • Dan lain-lain.
  • Fisio-theraphy:
    • Memberikan pijitan-pijitan pada bagian-bagian tubuh tertentu guna merangsang syaraf-syarafnya
    • Mengikuti theraphy menggunakan alat untuk melenturkan tubuhnya /mengurangi kekakuan
    • Dan lain-lain
  • Speech-theraphy:
    • Melatihnya berbicara dan dipadu dengan bahasa isyarat / bahasa tubuh.
  • Theraphy gabungan yaitu dengan menggabung beberapa theraphy menjadi satu kegiatan, yaitu mengajaknya berbicara atau berkomunikasi.
  • Pemberian obat-obatan sesuai resep dokter untuk memfungsikan kembali syaraf-syarafnya dan ini telah dihentikan. Sekarang tidak mengkonsumsi obat-obatan kecuali sakit.
  • Pemberian suplemen makanan dan minuman untuk membantu dan mempercepat kinerja syaraf-syaraf yang sudah mulai kembali bekerja
  • Memberikan makanan dan minuman yang memenuhi gizi empat sehat lima sempurna.

KONDISI SEKARANG :

  • Secara umum Mery Olivia dalam kondisi sehat selain kecacatannya.
  • Mery Olivia masih dalam keadaan lumpuh, tidak dapat berjalan. Dalam melakukan aktifitas sehari-hari masih memerlukan bantuan pramurawat.
  • Untuk berkomunikasi, Mery Olivia menggunakan bahasa isyarat atau bahasa tubuh.

Rumah Piatu

<em>Lembaga Rumah Piatu Muslimin (LRPM) merupakan organisasi social yang independen dan tidak berada di bawah naungan kelompok keagamaan ataupun organisasi / partai politik tertentu.</em>