Iwan Kurniawan

Nama IWAN KURNIAWAN

Tempat Tanggal Lahir Jakarta, 12 Oktober 1976

Orang Tua Vivi

Tahun Masuk 5 Juni 1979

Kecacatan

  • CP (Cerebral Palsy)
  • MR (Mental Retardasi)
  • TW (Tuna Wicara)
  • TR (Tuna Rungu)
  • SP (Spastik)

Iwan Kurniawan adalah anak laki-laki yang dilahirkan oleh ibunya yang bernama Vivi, dalam keadaan cacat. Kecacatan yang dibawanya sejak lahir lebih dari satu yaitu: CP, MR, TW, dan TR. Kedua orang tuanya bercerai. Ia diantar dan diserahkan oleh ayahnya ke Panti WTG Palsigunung saat berusia 3 tahun. Saat diserahkan ke WTG Palsigunung, Iwan Kurniawan dalam keadaan belum dapat berjalan meskipun usianya telah genap 3 tahun.

Keberadaan ayah yang dulu menitipkannya di Panti WTG Palsigunung sekarang tidak diketahui. Tetapi ibunya yang bernama Vivi sampai sekarang masih sering mengunjungi Iwan Kurniawan dan bahkan sering membantu meskipun hanya sebentar saja. Ibunya tidak bisa berlama-lama saat berkunjung ke panti karena Ibu Vivi telah berumah tangga kembali dengan pria lain.

Kunjungan yang hanya sebentar saja tidak membuat Iwan Kurniawan kecewa, karena Iwan Kurniawan telah menganggap bahwa Panti WTG Palsigunung adalah rumahnya yang telah ditinggali selama 31 tahun dan menganggap pramurawat dan Pengurus WTG Palsigunung adalah keluarganya. Itu yang menyebabkan Iwan Kurniawan tidak pernah ingin ikut pulang ibunya padahal dia juga mengetahui bahwa Ibu Vivi adalah ibu kandungnya.

Iwan Kurniawan adalah anak yang memiliki keberanian luar biasa. Mengapa dikatakan luar biasa? Karena Iwan Kurniawan memiliki motivasi yang luar biasa dalam mengikuti / menjalani theraphy. Jika dia diberitahu bahwa sekarang saatnya theraphy, maka dia menunjukkan sikap yang antusias sekali. Perjuangan dan semangatnya saat menjalani theraphy juga sangat luar biasa. Dia anak yang pantang menyerah meskipun sering gagal. Dia selalu ingin mengulangi dan mengulangi lagi sampai berhasil. Hal inilah yang membuat dapat menjalani theraphy dengan baik dan dapat menjadi anak yang mandiri dengan bantuan para pramurawat dan para theraphis yang merawatnya dengan penuh kasih sayang.

Kasih sayang dari para pramurawat dan seluruh pengurus WTG Palsigunung telah membuatnya tumbuh menjadi anak yang mandiri, ceria dan tidak merasa kesepian. Seperti anak-anak pada umumnya dia juga memiliki kreatifitas untuk membuat para pramurawat merasa jengkel. Kreatifitas yang menjengkelkan inilah yang sering membuat para pramurawat merasa kangen jika hari libur tiba. Memang aneh, tetapi inilah kenyataan yang terjadi.

THERAPHY yang pernah diberikan:

  • Psiko-theraphy:
    • Memberikan sentuhan kasih sayang dan selalu diajak bernteraksi, dimaksudkan untuk merangsang syaraf-syaraf otaknya untuk bekerja.
    • Memberikan rangsangan sakit dan hadiah untuk menggugah perasaannya.
    • Memberikan pelajaran di kelas antara menyusun puzzle, menggambar, bernyanyi dan bermain.
    • Dan lain-lain.
  • Fisio-theraphy:
    • Memberikan pijitan-pijitan pada bagian-bagian tubuh tertentu guna merangsang syaraf-syarafnya
    • Melatihnya berjalan dimulai dengan merangkak
    • Mengajaknya berolah raga pada hari tertentu sesuai dengan jadual
    • Dan lain-lain
  • Speech-theraphy:
    • Melatihnya berbicara dengan menggabungkan antara suara dan isyarat.
  • Theraphy gabungan yaitu dengan menggabung beberapa theraphy menjadi satu kegiatan, sehingga dapat membentuk pribadinya yang sekarang.
  • Pemberian obat-obatan sesuai resep dokter untuk memfungsikan kembali syaraf-syarafnya
  • Pemberian suplemen makanan dan minuman untuk membantu dan mempercepat kinerja syaraf-syaraf yang sudah mulai kembali bekerja

KONDISI SEKARANG :

  • Secara umum Iwan Kurniawan dalam kondisi sehat.
  • Dapat menjalani hidup dengan mandiri
  • Dapat membantu orang lain meskipun masih terbatas pada hal-hal yang sederhana
  • Dapat mengekspresikan keinginannya dan perasaannya dengan baik
  • Sekarang sudah tidak lagi mengkonsumsi obat-obatan maupun suplemen kecuali saat sakit.

Rumah Piatu

<em>Lembaga Rumah Piatu Muslimin (LRPM) merupakan organisasi social yang independen dan tidak berada di bawah naungan kelompok keagamaan ataupun organisasi / partai politik tertentu.</em>