Ibnu Rusdi

Nama IBNU RUSDI

Tempat Tanggal Lahir Ternate, 2 September 1970

Orang Tua Abdul Fatah Abu

Tahun Masuk 24 Juli 1979

Kecacatan

  • Cerebral Palsy (Disfungsi otak)
  • Mental Retardasi
  • Tuna Netra

Ibnu Rusdi adalah anak laki-laki yang terlahir di kota Ternate pada tanggal 2 September 1970 dari keluarga yang ekonominya cukup baik dan dapat digolongkan dari golongan orang berada, namun terlahir dalam keadaan cacat ganda yakni: CP, MT, dan TN. Ibnu Rusdi dititpkan oleh orang tuanya di Panti Cacat Ganda WTG Palsigunung pada usia 9 (Sembilan) tahun. Ibnu Rusdi menjadi anggota keluarga besar WTG Palsigunung sudah 39 tahun. Kini usianya 40 tahun.

Ibnu Rusdi kecil tumbuh dan besar bersama teman-temannya di WTG Palsigunung dalam perawatan para pramurawat yang penuh perhatian dan kasih sayang kepadanya. Apakah anda ingin tahu keadaannya sekarang ? Dia kini telah bisa bernyanyi. Mau tahu apa yang kami lakukan terhadapnya? Baca di bagian theraphy.

Kedua orang tua Ibnu Rusdi sudah tidak berkunjung lagi ke panti, dan bahkan keberadaannyapun  sekarang tidak diketahui, namun mereka masih sering memberikan bantuan materi untuk perawatan Ibnu Rusdi. Bantuan tersebut memang tidak besar dan mereka kirimkan melalui wesel pos. Kami Pengurus WTG Palsigunung telah melakukan berbagai upaya untuk mempertemukan anak dan orang tuanya namun ternyata niat baik Pengurus WTG Palsigunung tidak disambut dengan baik oleh keluarga Ibnu Rusdi. Hal itu dilakukan untuk mengobati kerinduan Ibnu Rusdi kepada kedua orang tuanya. Mudah-mudahan masih ada harapan bagi Ibnu Rusdi untuk bertemu dengan orang tua kandungnya. Semoga Allah SWT membuka pintu hati mereka. Amin. Sehingga Ibnu Rusdi masih merasakan belaian dan kasih sayang dari orang tua kandungnya juga keluarga besarnya yang berasal dari Ternate. Entah kapan pertemuan itu terjadi, hanya Allah SWT yang tahu.

Bagi Pengurus WTG Palsigunung tidaklah masalah jika WTG Palsigunung menjadi rumah bagi Ibnu Rusdi selama menjalani hidupnya. Kami akan tetap memberikan perhatian dan kasih sayang yang tulus kepadanya.

THERAPHY yang pernah diberikan:

  • Psiko-theraphy:
    • Memberikan sentuhan kasih sayang dan selalu diajak bernteraksi, dimaksudkan untuk merangsang syaraf-syaraf otaknya untuk bekerja.
    • Memberikan rangsangan sakit dan hadiah untuk menggugah perasaannya.
    • Memberikan pelajaran di kelas antara menyusun puzzle, menggambar, bernyanyi dan bermain.
    • Setelah perasaan dan otaknya peka terhadap rangsang, kami member theraphy musik kepadanya dengan memperdengarkan musik dan lagu.
    • Dan lain-lain.
  • Fisio-theraphy:
    • Memberikan pijitan-pijitan pada bagian-bagian tubuh tertentu guna merangsang syaraf-syarafnya
    • Melatihnya berjalan dimulai dengan merangkak
    • Mengajaknya berolah raga pada hari tertentu sesuai dengan jadual
    • Dan lain-lain
  • Speech-theraphy:
    • Melatihnya berbicara
    • Setelah dapat otak dan perasaannya peka, Ibnu Rusdi dilatih untuk bernyanyi.
  • Theraphy gabungan yaitu dengan menggabung beberapa theraphy menjadi satu kegiatan, sehingga dapat membentuk pribadinya yang sekarang.
  • Pemberian obat-obatan sesuai resep dokter untuk memfungsikan kembali syaraf-syarafnya
  • Pemberian suplemen makanan dan minuman untuk membantu dan mempercepat kinerja syaraf-syaraf yang sudah mulai kembali bekerja

KONDISI SEKARANG :

  • Secara umum Ibnu Rusdi dalam kondisi sehat.
  • Dapat menjalani hidup dengan mandiri
  • Dapat membantu orang lain meskipun masih terbatas pada hal-hal yang sederhana
  • Dapat mengekspresikan keinginannya dan perasaannya dengan baik
  • Ibnu Rusdi masih harus¬† mengkonsumsi obat-obatan terutama obat anti kejang selama dia anfal. Karena Ibnu Rusdi masih sering mengalami kejang disebabkan kecacatannya khususnya CP (cerebral palsy).
  • Ibnu Rusdi juga harus mendapat asupan gizi yang cukup dengan memberikan makanan 4 sehat 5 sempurna.
  • Dapat bernyanyi
  • Meskipun telah dapat beraktifitas sendiri, tetapi harus tetap dalam pengawasan pramurawat.

Rumah Piatu

<em>Lembaga Rumah Piatu Muslimin (LRPM) merupakan organisasi social yang independen dan tidak berada di bawah naungan kelompok keagamaan ataupun organisasi / partai politik tertentu.</em>