Dyah Riana Dewi

Nama MIMIN SUMIRAH

Tempat Tanggal Lahir Jakarta, 23 April 1974

Orang Tua Alm. Warsoyo

Tahun Masuk 24 April 1983

Kecacatan

  • CP (Cerebral Palsy)
  • MR (Mental Retardasi)
  • TW (Tuna Wicara)
  • LP (Lumpuh)
  • Spastik

Dyah Riana Dewi dilahirkan di Jakarta pada tanggal 23 April 1974 dengan kondisi fisik yang sehat. Pada usia 5 bulan ia mengalami sakit panas dan kejang-kejang. Oleh keluarganya ia dibawa dan dirawat di rumah sakit selama 3 bulan namun tidak menunjukkan perubahan kea rah membaik (kesembuhan) sedikitpun. Hal ini yang menjadi penyebab fatal bagi perkembangan fisiknya dan ia mengalami kelumpuhan seiring dengan pertambahan usia.

Karena kondisi perekonomian yang menghimpitnya, sehingga kedua orang tuanya harus bekerja mencari penghidupan, memaksa mereka membawa DyahRiana Dewi ke Wisma Tuna Ganda Palsigunung untuk dititipkan. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 24 April 1984.

Meskipun Dyah Riana Dewi berada di Panti WTG Palsigunung dalam perawatan yang intensif oleh para pramurawat, kedua orang tuanya masih sering dating untuk melepas rindu kepada buah hatinya yang malang. Selama berada di WTG Palsigunung telah banyak usaha yang dilakukan, namun juga tidak membuahkan hasil apa-apa, perkembangan fisik dan mentalnya stabil. Mungkin hal ini juga disebabkan oleh kondisi Dyah Riana Dewi saat diserahkan ke WTG Palsigunung sudah dalam keadaan kecacatan yang amat parah. Perawatan yang dilakukan di WTG Palsigunung telah memasuki tahun yang ke-27.

Sekarang usia Dyah Riana Dewi sudah 36 tahun, dengan kondisi semua kegiatan / aktifitas bina diri dibantu oleh pramurawat dari mulai makan, mandi danl ain-lain. Yang bias dilakukan setiap hari hanya tersenyum untuk mengungkapkan perasaan saying dan terima kasihnya keapda pramurawat yang selama ini telah merawatnya denga penuh kasih sayang, kedua bola matanya berbinar-binar saat dipanggil namanya.

Dyah Riana Dewi sekarang sudah menjadi yatim piatu karena kedua orang tuanya telah dipanggil oleh Allah SWT dan berada di alam barzah. Sekarang ia tidak ada harapan lagi untuk kembali bersama keluarganya, dan kondisi yang demikian ini memaksanya tetap tinggal di Panti WTG Palsigunung. Para pramurawat dan segenap pengurus WTG Palsigunung yang menjadi keluarganya. Dia meniti hari-harinya yang sepi jika pramurawat sedang bersama anak rawat lainnya hingga Allah SWT memanggilnya menyusul kedua orang tuanya.

Sekarang Dyah Riana Dewi sudah tidak lagi menjalankan theraphy apa-apa, namun hanya menjalani rutinitas sebagai berikut:

  • Makan makanan yang diberikan yang cukup memenuhi kebutuhan gizinya
  • Tidak diberikan makanan atau minuman suplemen (makanan/minuman khusus)
  • Tidak diberikan obat-obatan kecuali sedang sakit atau dianjurkan oleh dokter.

KONDISI SEKARANG :

  • Hanya tergeletak lemah di tempat tidur.

Rumah Piatu

<em>Lembaga Rumah Piatu Muslimin (LRPM) merupakan organisasi social yang independen dan tidak berada di bawah naungan kelompok keagamaan ataupun organisasi / partai politik tertentu.</em>