Teguh Idadi

Nama TEGUH IDADIH

Tempat Tanggal Lahir Cirebon, 07-07-1968

Orang Tua Bp. & Ibu Suryadi

Tahun Masuk 28-04-1975

Kecacatan

  • Cerebral Palsy (Disfungsi otak)
  • Mental Retardasi
  • Tuna Wicara
  • Tuna Netra
  • Lumpuh

Teguh terlahir bukan dari keluarga yang ekonominya mapan atau mampu, tapi Teguh terlahir dari keluarga miskin yang secara ekonomi pas-pasan. Pasangan keluarga Suryadi melahirkan bayi yang mereka beri nama: Teguh Idadih, namun sayang Teguh dilahirkan dalam keadaan cacat ganda, orang tuanya kebingungan apa yang harus dilakukan dengan kondisi bayi yang cacat demikian. Pak Suryadi tak berputus asa, bersama istrinya mereka mencoba merawat Teguh, bukan hanya itu mereka juga mencoba membawa Teguh berobat, namun hasilnya tak kunjung ada kemajuan dan kesembuhan. Di usia Teguh yang ke 7 tahun, kedua orang tua Teguh merasa tidak sanggup lagi untuk merawat Teguh, mereka memutuskan akan membawa Teguh ke panti yang bisa merawat Teguh. Mereka melakukan itu karena terpaksa melihat kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan.

Pada tahun 1975, Teguh dibawa kedua orang tuanya ke WTG, mereka berharap Teguh bisa mengalami perubahan. Teguh pun dirawat di WTG, para pengasuh merwat Teguh dengan penuh kasih sayang.hari demi hari terlewati, bulan demi bulan bahkan tahun demi tahun, Teguh yang dirawat dan diberi Theraphy tidak mengalami perubahan yang berarti, namun yang luar biasa adalah ALLAH masih memberi Teguh tetap bertahan hidup. Teguh memang kehilangan kasih sayang orang tuanya, namun Teguh yang malang memiliki cinta kasih murni dari para pengasuhnya yang dengan tulus merawat dan menyayanginya setiap hari. Theraphy yang diberikan kepada Teguh antara lain: theraphy pijat, theraphy untuk berdiri, dan juga theraphy otak untuk daya interaksi. Meskipun theraphy-theraphy sudah dilakukan, tetapi Teguh tetap saja belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Teguh adalah salah satu dari anak cacat mental yang dirawat di WTG, yang dirawat dari tahun ke tahun namun belum juga mengalami perubahan yang berarti. Meskipun demikian, perawatan dan theraphy di WTG tetap dilakukan dengan penuh kasih sayang dan kesabaran.

Teguh adalah salah satu anak cacat mental yang tinggal di Panti WTG, Teguh tidak pernah bertanya mengenai orang tuanya, karena Teguh tidak bisa bicara. Teguh juga tidak pernah meratapi nasibnya yang seperti ini, namun sosok Teguh adalah orang yang patut kita kasihani. Di awal tahun pertama Teguh dititipkan, orang tua Teguh masih sering menjenguk walaupun terhitung jarang, tapi lama kelamaan orang tua Teguh tidak pernah lagi menjenguk Teguh anak cacat mental yang tidak bisa berbuat apa-apa, dia tidak bisa menikmati apa yang seharusnya dinikmati. Kini di usia yang ke 42 Teguh tetap tidak berubah, tidak bisa berinteraksi dan tidak bisa bicara dan matanyapun buta, Teguh hanya diam saja setiap hari jika tidak sedang ditheraphy. Seandainya kita bisa mendengar suara hati Teguh, pasti dia akan berkata “aku tidak mau seperti ini”. Di usia yang ke 42 orang tua Teguh mulai menjenguknya lagi. Memang nasib Teguh sungguh tragis. Teguh bisa bertahan hidup selama ini karena KEBESARAN DAN KUASA ALLAH SWT SEMATA


Rumah Piatu

<em>Lembaga Rumah Piatu Muslimin (LRPM) merupakan organisasi social yang independen dan tidak berada di bawah naungan kelompok keagamaan ataupun organisasi / partai politik tertentu.</em>